"Bang Hendrik, ada urusan apa Abang di Bandara?" tanya Khayra menatap heran ketika melihat kedatangan pria itu secara tiba-tiba. "Itu tidak penting Khay. Sebaiknya kamu jelaskan ada apa dengan Meylin? Karena tadi tanpa sengaja Abang mendengar pembicaraan kalian." Hendrik mengatakan kalimat itu dengan raut wajah cemas. Saat mendengar Khayra mengatakan, jika Meylin mendapatkan siksaan dari suaminya. Mendengar perkataan Hendrik, Khayra pun langsung menatap ke arah Arrion suaminya. Meminta izin kepada pria itu untuk mengatakan yang sebenarnya, tentang keadaan Meylin sekarang. Tanpa Khayra duga, ternyata Arrion lah yaang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Hendrik barusan. "Saat ini cici sedang terluka. Karena ia mendapatkan siksaan dari suaminya, ko Alan." Deg! Hendrik sangat terkejut

