Tak terasa pagi telah tiba. Jihan dan Qidam pun bersiap-siap untuk menjalankan shalat wajib, di kala adzan subuh berkumandang. Setelah selesai menunaikan ibadah shalat subuh, Jihan langsung mencium tangan suaminya dan bergegas menuju ke arah laptop, yang semalam ia letakkan di atas meja. Wanita itu berniat ingin melanjutkan revisi yang sempat tertunda. Akibat malam tadi ia tidak mampu melawan rasa kantuknya. "Jihan, ayo, kita tadarus dulu," ajak Qidam ketika melihat Jihan yang sudah berlari pergi meninggalkannya dengan tergesa-gesa. "Aku absen dulu ya, Mas. Nanti habis dzuhur, insyaallah aku bakal tadarus," pinta wanita itu. Karena pikirannya saat ini tidak tentang. Ia teringat, jika malam tadi ia belum menyimpan hasil revisinya. Namun, betapa terkejutnya wanita itu, ketika melihat lap

