Pagi itu matahari menyusup lembut melalui tirai kamar, menyorot kasur bayi yang berisi Harsha. Suara burung dan udara segar dari jendela yang sedikit terbuka membuat rumah terasa hangat dan damai. Gladis membuka mata, masih merasakan tubuhnya lelah tapi hatinya penuh rasa bahagia. Di sampingnya, Alfito duduk di lantai, menatap Harsha dengan penuh perhatian. Mochi melingkar di pangkuannya, sementara Snow duduk di dekat kaki Alfito, menatap bayi itu dengan mata besar penasaran. “Lihat, Nak,” Gladis berbisik, mencondongkan tubuhnya ke inkubator mini yang sudah mereka siapkan untuk pagi itu. “Mama di sini. Dan Papa juga. Dan… Mochi sama Snow. Semua di sini buat kamu.” Harsha membuka matanya perlahan, menatap ibu dan ayahnya dengan pandangan polos yang membuat Gladis tersenyum tak terkendali.

