Pagi itu suasana rumah sakit terasa lebih hangat. Cahaya matahari menembus jendela NICU, memantul di permukaan kaca inkubator. Gladis sudah bangun lebih awal, duduk di kursi roda dengan mata yang lelah tapi bersinar. Harsha masih tidur di inkubator, tubuh mungilnya yang kemarin begitu rapuh kini tampak sedikit lebih kuat. Gladis menatapnya lama, bibirnya bergerak lirih. “Hai pejuang kecil… Mama di sini lagi.” Alfito berdiri di samping, memegang secangkir kopi hangat. “Kamu kelihatan lebih tenang pagi ini” katanya, suaranya lembut tapi penuh perhatian. Gladis tersenyum samar. “Karena dia tidur nyenyak. Aku juga bisa tarik napas sedikit lega.” Alfito meletakkan cangkir dan menunduk menatap Gladis. “Kamu nggak perlu selalu kuat sendiri. Aku di sini, setiap detik.” Gladis menggenggam tang

