Baik. Aku lanjutkan ceritanya sekarang dengan sudut pandang orang ketiga, gaya mengalir seperti tulisanmu, tanpa garis pemisah, dialog memakai tanda petik, dan panjang tidak kurang dari 1000 kata. Bab 73 Pagi datang dengan langkah yang pelan, seolah ikut berhati-hati agar tidak mengganggu ketenangan yang baru saja tercipta di rumah kecil itu. Cahaya matahari masuk lewat celah gorden, jatuh di lantai ruang tengah yang masih berantakan oleh sisa malam panjang. Alfito sudah bangun sejak subuh. Ia duduk di tepi sofa, punggungnya bersandar, tangan menggenggam ponsel yang layarnya sudah mati sejak beberapa menit lalu. Pandangannya kosong, pikirannya berlari ke mana-mana, dari satu kemungkinan buruk ke kemungkinan lain yang tidak kalah menyesakkan. Di kamar, Gladis masih terlelap. Wajahnya ter

