Bab 45

589 Kata

Harsha tertidur dengan tenang di d**a Gladis, sementara mesin pemantau di dekat mereka berdetak pelan dengan angka yang stabil. Setiap detik terasa seperti anugerah yang baru saja diberikan lagi kepada hidup mereka. Alfito berdiri di samping, menatap keduanya tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. “Aku nggak nyangka aku masih bisa lihat momen ini,” ucap Gladis pelan, jemarinya mengelus lembut punggung kecil Harsha. Alfito tersenyum, tapi matanya berkaca-kaca. “Aku selalu percaya kamu bisa. Kalian berdua… terlalu keras kepala untuk menyerah.” Gladis meliriknya sebentar. “Keras kepala itu kamu.” “Kamu juga,” Alfito menyahut cepat, membuat Gladis tersenyum lebih lebar, senyum pertama yang benar-benar tulus sejak semua ini terjadi. Perawat mendekat, memastikan posisi Harsha aman di d**a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN