Gladis baru saja selesai melakukan sesi kangaroo therapy pertama. Rasanya tubuhnya seperti habis berlari jauh, tapi hatinya penuh dengan sesuatu yang hangat. Perawat memindahkan Harsha kembali ke dalam inkubator dengan lembut. Gladis mengusap dadanya yang masih terasa hangat oleh kehadiran putranya. Rani mendekat dan tersenyum. “Kamu hebat banget, Gladis. Mau coba menyusui langsung nanti kalau Harsha stabil ya?” Pertanyaan itu membuat Gladis mendadak canggung. “Aku bisa? Maksudnya… aku takut nyakitin dia” “Justru itu salah satu cara paling baik buat dia lebih kuat” Rani menatapnya meyakinkan. “Tapi kalau kamu belum siap, nggak apa-apa. Kita pelan-pelan” Gladis menggigit bibir. Sejak hamil ia selalu membayangkan bisa menyusui anaknya tanpa rasa takut. Nyatanya semuanya jauh lebih komple

