Bab 73

1132 Kata

Pagi itu rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Matahari belum naik tinggi, cahaya lembut menembus jendela kamar dan jatuh di lantai, membuat bayangan kecil Harsha terlihat jelas saat bayi itu meringkuk dalam tidurnya. Gladis sudah berdiri di depan lemari, memilih baju, tapi gerakannya pelan seperti orang yang pikirannya tidak benar-benar berada di tubuhnya. Ia masih memikirkan kalimat terakhir Fito semalam. Ada seseorang mencarinya. Dua kali. Dengan cara yang tidak enak. Itu bukan kabar yang bisa ia anggap remeh. Gladis menoleh ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Fito keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Meski ia mencoba terlihat tenang, ada garis kecemasan halus di antara alisnya, tanda bahwa ia sudah memikirkan kemungkinan terburuk sejak tadi malam. “Kamu si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN