Mobil mereka berhenti di depan rumah. Gladis membuka pintu mobil dengan hati-hati, memastikan kandang kecil berisi Snow tetap aman di pangkuannya. Di sebelahnya, Alfito membawa kantong besar berisi makanan, pasir kucing, dan mainan baru. “Pelan-pelan, jangan sampai Snow kaget,” kata Alfito lembut. Gladis mengangguk, wajahnya penuh senyum yang baru saja kembali tumbuh setelah sekian lama. “Dia baik banget, kok. Lihat, nggak rewel sama sekali.” Begitu mereka masuk rumah, suasana langsung terasa hangat. Udara rumah yang sempat terasa dingin beberapa minggu terakhir kini terasa berbeda, lebih hidup, seperti ada sesuatu yang kembali pulih. Gladis menurunkan kandang ke lantai dan membukanya perlahan. Snow melangkah keluar dengan tenang, hidungnya bergerak-gerak, mengendus bau-bau baru di se

