Bab 33

694 Kata

Tidak ada suara selain hujan yang menghantam atap rumah dan detak jantung Gladis yang terasa terlalu keras di dalam dadanya. Pesan itu masih terpampang di layar ponsel seakan tulisan itu sendiri menatap mereka tanpa berkedip. Aku sudah dekat Alfito meraih ponsel itu dari tangan Gladis, wajahnya mengeras. “Dia main dengan rasa takut kamu,” ujarnya, meski suaranya terdengar seperti menahan bara marah yang siap meledak kapan saja. Snow berdiri di depan pintu, tubuhnya menegang, menggeram rendah. Mochi pun berdiri di sampingnya, ekornya mengembang pertanda ia juga merasakan sesuatu yang tidak biasa. Bahkan kedua makhluk kecil itu seperti tahu ada bahaya yang semakin mendekat. Wafa menajamkan pendengarannya. “Aku dengar sesuatu.” Semua terdiam, mencoba menangkap suara yang dimaksud. Dan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN