Hari itu berubah jadi sunyi mencekam. Setelah ancaman datang tepat ke tangan mereka, rumah terasa bukan lagi tempat aman. Semua lampu dinyalakan bahkan di siang hari, seolah cahaya bisa menghapus rasa takut yang sudah menempel di udara. Alfito memasang kembali sistem keamanan tambahan, sementara Gladis hanya bisa memandanginya sambil mengusap perut, mencoba menenangkan bayi di dalam sana yang entah ikut merasakan kecemasan ibunya atau tidak. Wafa sesekali berjalan memeriksa jendela, gerakannya cepat dan gelisah. Kedua kucing itu pun tampak jauh lebih waspada. Mochi tak lagi ceroboh atau manja seperti biasanya, sedangkan Snow berdiri di dekat pintu depan seakan menjadi penjaga kecil yang tak kenal takut. Gladis memegang foto USG yang tadi ditemukan. Ia menatapnya dengan mata yang mulai b

