Pagi datang dengan cepat. Matahari baru saja naik ketika Gladis berdiri di depan kaca, merapikan rambutnya yang sedikit mengembang. Seragam kerjanya terasa sedikit asing setelah sekian lama ia absen. Mochi duduk di atas meja rias, menatapnya dengan mata yang seolah bertanya-tanya kenapa hari ini ia terlihat lebih gugup dari biasanya. “Aku bakal baik-baik aja,” bisik Gladis pada dirinya sendiri sambil mengusap kepala Mochi. Tapi hatinya tetap berdebar. Kembali ke kantor berarti kembali ke dunia yang sempat ia tinggalkan dalam keadaan kacau. Alfito sudah menunggu di ruang tamu dengan jas kerja rapi dan senyum pelan. Di tangannya ada termos kecil berisi teh hangat yang ia siapkan khusus untuk Gladis. Saat Gladis turun, tatapan mereka bertemu dan Alfito langsung mendekat. “Kamu siap?” tanya

