Bab 16

594 Kata

Malam datang pelan, menggantikan cahaya jingga yang tadi menari di taman. Angin berubah lebih dingin, tapi udara di ruang tamu rumah itu terasa hangat. Gladis duduk bersandar di sofa, selimut tipis menutupi kakinya sementara Mochi mengepulkan dengkuran manja di pangkuannya. Snow tidur meringkuk di ujung sofa, bulunya yang putih tampak seperti gumpalan awan kecil. Alfito muncul dari dapur membawa dua gelas teh hangat. Ia meletakkannya di meja, lalu duduk di samping Gladis. Tidak terlalu dekat, tapi cukup untuk membuat lengan mereka saling bersinggungan. Keheningan itu nyaman. Tidak seperti dulu, yang terasa canggung dan penuh jarak. “Besok kamu masuk kerja?” tanya Alfito pelan sambil menatap uap teh yang naik perlahan. Gladis mengangguk. “Iya. Aku sudah terlalu lama cuti. Aku harus kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN