Langit sore berwarna lembut, campuran jingga dan keemasan, menebarkan cahaya hangat di halaman rumah mereka. Angin berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan dan membawa aroma bunga yang baru mekar. Di taman kecil itu, suara lembut tawa kucing terdengar, Mochi dan Snow tengah bermain mengejar bola bening yang memantulkan cahaya matahari. Gladis duduk di bangku kayu, menatap pemandangan itu dengan senyum kecil yang perlahan tumbuh di wajahnya. Di sebelahnya, Alfito duduk santai dengan secangkir kopi di tangan, pandangannya tak pernah jauh dari sosok istrinya yang kini tampak lebih tenang. Setelah semalam yang berat, keheningan sore ini terasa seperti anugerah. “Mereka lucu banget, ya,” kata Gladis pelan, matanya mengikuti Mochi yang melompat ke punggung Snow. “Aku suka lihat mereka. Rasanya

