Hari kedua di kantor dimulai tanpa banyak sapaan. Setelah kejadian di lift tadi, Gladis mencoba menenangkan dirinya dengan menata meja kerja yang masih terasa asing baginya. Ia membuka laptop, mengecek email, lalu menyiapkan catatan kecil untuk tugas-tugas yang harus ia kerjakan hari ini. Beberapa menit kemudian, seseorang mendekat ke mejanya. Rani. Perempuan yang kemarin sempat memperkenalkan diri di ruang kerja. “Pagi Gladis. Kamu ada waktu sebentar? Kak Laura minta kamu ke ruang rapat. Ada pembahasan project baru.” Gladis mengangguk meski perutnya langsung terasa seperti diikat. Baru hari kedua dan sudah project baru. Ia berharap semuanya berjalan lebih baik daripada kemarin. Ruang rapat itu cukup luas dengan meja panjang dan dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan kota. Laura

