Tere menatap layar ponsel yang kini berubah foto Shanaz saat tersenyum manis diatas badan mobil. Meletakkan ponsel diatas meja, kedua tangan kembali sibuk mengusap matanya yang basah. Lalu menutup wajah dengan kedua tangan, kembali terisak. Rindu, dua minggu Ello pergi karna harus ujian, saat seharusnya mereka melepas rindu, malah dia harus dijemput oleh pihak keamanan. “El, aku kangen ....” lirihnya dalam tangis. “Ibu mau kembali kedalam atau mau ikut menemui saudara Yuda dan pak Derta?” seorang wanita yang memang ditugaskan untuk mengawasi Tere menepuk lembut pundaknya. Tere membuka wajah pelan, menghirup nafas dalam. Lalu beranjak dari duduknya. “Saya akan temui mereka.” “Baik, mari.” Wanita itu mempersilakan Tere untuk berjalan lebih dulu. Membukakan pintu pojokan yang memang te