“Gimana keadaannya, dok?” tanya Ello dengan sangat tak sabar. Dokter menatap Tere yang diam dengan mata mengembun, lalu beralih ke Ello yang wajahnya terlihat sangat panik. “Masih beruntung, mas. Masih bisa diselamatkan. Untung tadi sempat minum obat penguatnya, kalau enggak, mungkin udah nggak bisa diselamatkan lagi.” Penjelasan Dokter yang membuat Ello bisa bernafas lega. “Ibu Tere,” panggil dokter pelan. “Memendam masalah sendiri itu enggak bagus. Terlebih ibu sedang hamil. Kasihan calon anaknya, banyak lho yang berjuang mati-matian demi bisa seperti ibu ini. Masa’ ibu nggak mau perjuangin?” Tere mengusap kristal bening yang akhirnya jatuh, memaksa tersenyum. “Iya, dok. Nanti akan saya bicarakan.” Jawabnya tertahan, menahan isakan yang sebenarnya ingin sekali ia keluarkan. “Ini say