“Ashu! Ngibulin lo ya!” menjitak kepala Ello cukup kencang, membuat cowok imut itu meringis. “Tau gitu kan gue tadi nggak bawa selimut!” Masih dengan kekehan Ello mengelus kepala belakang. “Lagian, selimut buat apaan.” “Buat nutupin muka lo yang kek coro tuh!” kembali mentonyor kepala Ello. Membuat Ello berjalan sedikit menjauh dengan tawa yang tak henti. “Balik sono kalo nggak mau bantuin gue! Taik lo!” Zayn masih manyun, mengikuti langkah Ello yang mulai masuk kedalam pesawat. “Emang, penjahat apaan?” Ello celikukan mencari kursi yang sudah dipesan, lalu mulai mendudukkan p****t tepat disamping kaca. Zayn kembali mengikutinya, duduk tepat disamping Ello. Mengambil tas yang mereka bawa, lalu memangku tasnya. “Ini gue bisa mati mrongos deh. Lo sebenernya punya masalah apa sih, nyet?”