Yuna terdiam membeku saat mendengar suara yang sangat familiar tersebut. Jantungnya seolah berhenti berdetak. "Yun Lo kenapa? Kok berhenti sih, ayo buruan," Tika menarik kembali tangan Yuna, hingga ia tertarik dan masuk ke dalam kerumunan tersebut. Tampak Renan sedang marah-marah, karena model yang sudah melakukan kontrak kerja bersamanya tidak datang tanpa kabar. Dan seenaknya saja memindahkan jadwal. "Blacklist dia dari perusahaan kita! Kita gak butuh dia!" titah Renan dengan tegas. "Tapi pak, dia selebgram yang sedang naik daun. Kalau kita pakai dia produk kita semakin melejit," sanggah salah satu manager promosi. Renan langsung menatapnya tajam dan penuh intimidasi. Berjalan mendekati orang itu, sang manager pun menelan ludahnya dengan susah payah, ia segera menundukkan kepalanya

