"Kamu anggap saya gay?" umpat Renan pada Tika. Tika menelan ludahnya bulat-bulat, mendapatkan semprotan dari Renan. Ia menyesali di dalam dirinya telat berkata jujur. Renan mengusap wajahnya kasar, saat mendengar gosip tersebut langsung dari karyawannya sendiri. Selama ini Renan tidak terlalu mempermasalahkan gosip yang tersebar tentang dirinya. Namun, kali ini sepertinya dia harus menepis gosip yang beredar. "Euh bukan gitu pak, saya cuman menyampaikan gosip yang beredar saja," jelas Tika untuk membela dirinya. "Bukan kata saya, tapi kata kebanyakan orang, kalau bapak gay," sambungnya lagi mengatakan kata gay. "Siapa yang bilang?" tanya Renan. "Banyak pak, mungkin hampir semua karyawan bapak," ujarnya. Mendengar jawaban dari Tika, tentu saja seluruh karyawan yang ada di dalam ruanga

