BAB 19

1380 Kata

Yuna mencuatkan bibirnya ke depan, saat ia tidak boleh ke mana-mana oleh Renan. "Mas aku harus kerja," ucapnya. "Kamu gak kasian apa sama aku? Lihat aku lagi sakit gini, masa mau kamu tinggal?" gerutunya. Yuna memutar bola matanya kesal, pasalnya Renan sudah terlihat baik-baik saja. Hanya saja sejak kejadian tadi, tiba-tiba tubuh Renan lemas, tapi suhu tubuhnya baik-baik saja. "Mas kamu jangan bohong, aku lihat kamu udah baik-baik aja. Kalau emang sakit ayo ke rumah sakit," ajak Yuna menarik tangan Renan. "Gak mau, aku cuman butuh istirahat aja. Terus di rawat sama kamu," ujarnya. Yuna mendelikkan matanya kesal, kenapa dia harus bertemu mantan suaminya lagi sih? Dan dari dulu sampai sekarang, selalu manja kalau sakit. Ponsel Yuna berdering, ia segera menoleh ke ponselnya—Sani, nama y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN