BAB 20

1068 Kata

"Lu kemarin kemana?" tanya Tama, kini giliran Renan yang di tanya oleh sahabatnya, setelah Yuna yang di tanya oleh Sani dan Tika. "Sama Yuna," jawabnya santai. Tama mengernyitkan keningnya dengan mulut yang ternganga. "Hah, lu sama Yuna di club? Kok bisa?" "Bisalah," balasnya singkat. "Kok bisa ketemu? Kok bisa Yuna di club?" tanyanya. Renan tersenyum tipis sambil memainkan pulpen yang ada di tangannya. "Bisalah karena kami itu di takdirkan sebagai jodoh. Jadi walaupun terpisah, ya pasti ketemu lagi," jelasnya. Tama berdecak kesal, jijik mendengarnya. "Jijik banget gua denger omongan elu. Gua lebih penasaran sama Yuna yang di club," papar Tama. "Dia di ajak sama temennya, awalnya mau nongkrong doang di cafe. Tapi katanya cafe penuh, terus temennya ajak dia ke club, ya mau gak mau,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN