"Mas Renan?" Yuna terkejut melihat kehadiran Renan di rooftop. Renan berjalan sambil tersenyum menghampirinya. "Wajahnya kaya yang abis liat setan aja," kekehnya. "Perasaan segini ganteng," puji diri sendiri. Yuna mengernyitkan keningnya sambil memalingkan wajahnya. Renan berdiri di sampingnya, sesekali melirik ke arah Yuna yang mendiaminya. "Na..." panggil Renan. Yuna hanya diam sambil menyeruput ice Coffee-nya. Renan menghelakan napasnya pelan, ia tahu kalau Yuna mode seperti ini berarti dia sedang marah. "Marah?" Yuna masih tetap diam tidak menjawab pertanyaan Renan. "Maaf..." sambung Renan yang kini berdiri di hadapannya. Yuna langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Menghindar dari tatapan Renan, "Yuna cantik, sayang..." panggilnya. Hampir saja Yuna luluh di tatap sepe

