"Jangan khawatir, paketnya ada bersama kami. Aman, Tuan." Pria yang sedang berbicara melalui sambungan telepon itu melarikan bola mata ke arah spion yang menggantung di depannya. Menatap sosok yang berada di kursi penumpang belakang. Pria itu mendengkus. "Cantik, Tuan." Hazel membalas tatapan dari dalam kaca spion. D*da wanita itu bergerak cepat naik turun. Napasnya memburu. Meskipun tatapannya lurus ke depan, namun tangannya di belakang punggung masih bergerak. berusaha melonggarkan ikatan. Mencari ujung tali simpul agar bisa melepaskannya. "Sudah, Tuan. Semuanya berjalan sesuai rencana." “Mereka pasti akan melepaskan dua orang kita. Iya, Tuan. Saya paham.” Hazel mendengarkan percakapan tersebut sambil tak henti berusaha mendapatkan simpul ikatannya, supaya bisa ia lepaskan. Menggerak

