Bab.46 Nalendra Kecelakaan

1081 Kata

Satu bulan setelah hari itu ditetapkan, pagi pernikahan Amanda dan Nalendra akhirnya tiba. Ballroom hotel bintang lima itu dipenuhi cahaya kristal yang berkilau, memantul di gaun putih Amanda yang menjuntai anggun. Musik orkestra mengalun lembut, mengiringi bisik-bisik harap dan senyum para tamu undangan. Amanda berdiri di balik pintu utama bersama Pak Efendy - ayahnya - dengan tangan yang saling menggenggam erat. Meski riasannya sempurna, getaran halus di jemarinya tak mampu ia sembunyikan. Ia menarik napas dalam-dalam. Hari ini seharusnya menjadi awal dari segalanya. Nalendra berjanji akan tiba tepat waktu, menunggunya di altar dengan senyum tenang yang selalu berhasil membuat dadanya hangat. Namun satu jam berlalu, lalu dua jam. Musik yang semula lembut mulai terasa janggal. Para tam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN