Bab.54 Dihadang Penjahat

810 Kata

Malam turun dengan perlahan, membawa hawa dingin yang merayap di sela-sela gedung kota. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantulkan cahaya pucat di aspal yang masih basah oleh gerimis sore. Amanda berdiri di depan jendela apartemen, menatap langit gelap sambil memeluk lengannya sendiri. Ada perasaan ganjil yang menggelayut di dadanya, seperti firasat yang tak bisa ia jelaskan. Rangga baru saja pergi. Meeting mendadak, katanya. Klien penting dari Singapura. Nada suaranya terdengar tergesa, namun Amanda sudah terbiasa dengan ritme hidup suaminya yang sering kali tak terduga. Ia hanya mengangguk, membantu Rangga menyiapkan koper, menyembunyikan rasa kecewa di balik senyum yang ia paksa. “Aku mungkin baru pulang dua hari lagi,” ucap Rangga sambil mengecup keningnya. Amanda m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN