Memasuki bulan ke empat kondisi Alea sudah jauh lebih baik, rasa mualnya juga sudah berkurang dan yang paling membahagiakan tuan Anmar dan Alea baru mengetahui jika jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki sama seperti yang Alea harapkan selama ini. "Jadi benar calon bayinya laki-laki?" bi Warni juga jadi tidak sabaran dan tuan Anmar yang mengangguk. Alea baru kembali dari pergi memeriksakan kandungannya ke dokter dengan ditemani tuan Anmar tentunya. Pipi Alea terus merona karena bahagia mengetahui anaknya cukup sehat dan akan menjadi pria hebat seperti ayahnya. Alea balas menggenggam tangan tuan Anmar yang juga terus melingkari pinggangnya. Benar-benar kebahagian yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, karena apapun yang sedang mereka pikirkan jadi terasa begitu indah, penuh li