Setelah mencengkram amplop coklat di tangannya hingga buku-buku jarinya memucat, akhirnya Troy tetap tidak tahan juga. Pemuda itu segera melompat berdiri dan meninju permukaan meja, kepalan tangannya seperti hancur dan otot lengannya meregang bergetar. Rahang Troy yang mengeras kaku kembali berdesis menghisap udara dengan keras dari sela gigi depannya yang merapat. Troy masih tidak menyangka bagaimana papanya bisa menyembunyikan rahasia sebesar ini dari mereka semua. Pemuda itu kembali mencengkram rambut di kepalanya dan mulai mondar-mandir seperti orang sinting. Troy sedang tidak bisa berpikir, otaknya buntu dan papanya belum juga kembali. Troy memperhatikan kunci mobil papanya yang masih ada di atas meja dan segera menyambar benda itu tanpa berpikir. Troy memang sudah berjanji utuk tida