POV Bu Astuti "Lho, aku datang kenapa malah ditutup pintunya, Bu?" tanya Satria dari luar. "Bu, Bu, Assalamualaikum." Tok tok tok "Waalaikum salam," jawabku dari dalam. "Waalaikum salam tapi kenapa tidak dibuka pintu, Bu?" ucapnya dari luar. "Buat apa ibu buka, kamu selalu saja berpikir bahwa ibumu ini belum berubah. Makanya ibu tutup saja biar kamu tidak bisa masuk!" jawabku dengan suara keras agar anak lelakiku itu terus berpikir bahwa aku masih marah padanya. Sejujurnya, aku tidak marah pada anak nakal itu, karena dia tak menuduh seperti yang kukatakan. Melainkan, aku malu karena hampir mengajak Nina minggat. Sepertinya Satria curiga akan hal itu, makanya dia terus menanyai macam-macam. Jaka aku memilih mengalihkan topik mencari aman agar tidak ketahuan mengajak Nina minggat. Kar

