POV Nina Aku menggeliatkan badan saat terdengar kumandang subuh. Aku menatap ke samping, suamiku masih tidur dengan sedikit mendengkur. "Mas, bangun." Kuguncang badannya. "Mas, kita mau ke Pasir Putih hari ini. Salat trus siap-siap." Aku kembali mengguncang tubuhnya. Dia menggeliatkan tubuh, membuka mata dengan malas-malasan, lalu menatap jarum jam dan merentangkan tangan lebar, satu tangannya menjatuhi wajahku. "Ih, Maaaas." Aku segera menyingkirkan tangannya. "Buruan bangun." Dia menggeliat lagi dan memelukku. Segera kusingkirkan tangannya lalu aku beranjak bangun, mengulurkan tangan padanya. "Ayo bangun. Katanya mau ke Pasir Putih." Dia mengusap-usap mata lalu melebar-lebarkan matanya itu. "Ini Sayang sudah bangun." "Yaudah aku salat dulu," kataku sambil bangkit berdiri. Kuten

