POV Nina "Sana kamu segera berkemas. Bawa baju yang ingin kamu bawa. Hanif biar ibu yang jaga," katanya. Duuh. Jujur aku memang ingin memberi suamiku pelajaran agar ia merasakan repotnya mengurus Hanif juga Hanifa, tapi inginnya tidak minggat ke rumah Bu Astuti. Tapi menolak pun tak enak hati, mengingat ucapannya tadi yang mengatakan bahwa Om Satria pasti tak berpikir jika aku ke rumah ibunya. Itu memang seperti sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Bagaimana ya caranya menolak permintaan Bu Astuti untuk tinggal di rumahnya? Aku benar-benar bingung memikirkannya. "Malah bengong. Cepat berkemas, Hanif dan Hanifa biar ibu yang jaga. Sana. Jadi nanti sore kita tinggal berangkat saja ke rumah ibu." "Emp, tapi, Bu, tapi tadi udah dibilangin ibu ditelepon, kalau ke mana-mana harus bilang sama

