POV Nina Om Satria terus memandangiku, lalu tak lama tatapannya berlama-lama pada wajah Bu Astuti yang terlihat salah tingkah. Om Satria sedikit membungkuk kemudian meraih Hanifa yang terus rambatan di kakiku. Dalam gendongan ayahnya, tangan Hanifa terjulur ke arahku, jelas minta digendong. Aku nyengir kecil saat bersitatap dengan suamiku, yang kini menatapku heran. Saat tatapannya kembali tertuju di koper yang gagangnya masih kupegang, tatapannyw menajam. Dipandanginya aku dan Bu Astuti bergantian. Terus seperti itu seolah kami adalah maling yang ketahuan mencuri. "Kok, Mas, udah pulang? Biasanya pulang jam 5, he he." "Iya, sudah. Kamu tidak senang mas pulang cepat?" tanyanya terlihat heran. "Ya, senang," jawabku. Tapi kan kalau tahu dia mau pulang lebih cepat, aku dan Bu Astuti pasti

