Lelah menangis, Amanda akhirnya tertidur di kamar Alice. Sementara pemilik apartemen sedang membereskan beberapa hal mengenai butik. Tak lain, dia mengecek stok kain lewat pesan yang dikirimnya kepada staf produksi, juga mengecek pemasukan bulan ini. Pergerakannya hati-hati karena dia duduk di samping Amanda, memangku laptop. Kata Meave yang sudah pulang beberapa menit lalu, butik cukup ramai. Bahkan bisa dikatakan hampir seperti kemarin. Meave kewalahan dan kebingungan mengapa Alice dan Amanda tidak kunjung datang. Oleh karena itu, dia datang ke apartemen Alice. Sampai di sini, dia terkejut karena ada Amanda yang sedang menangis padahal awalnya kedatangan dia hanya untuk mencari keberadaan Alice. Karena kebetulan Meave datang, dan sekaligus Alice tak tega jika Meave bekerja sendirian.

