EPISODE || Di balik Jeruji

1962 Kata

Alice menangis tersedu-sedu di dalam mobilnya. Berulang kali tangan-nya yang gemetar itu mengusap pipinya yang basah. Menyetir dalam keadaan seperti sekarang ini, sejujurnya berbahaya. Sama persis seperti kejadian saat dia memergoki Benjy. Bahkan rasa sakit yang hatinya rasakan sekarang 4 kali lipat lebih sakit. Air matanya mengucur deras membasahi pipi. Cukup kabur jalanan di depan sana. Sesekali Alice mengusapnya dengan punggung telapak tangan. Bagaimana Alice tak kecewa dan sedih? Ketika dia sudah memberikan kepercayaan pada Sjhon untuk menyentuhnya. Pria itu berubah dalam sekejap. Seolah Sjhon adalah waktu yang berganti dari siang ke malam hari. Seperti ingin menjauhinya dengan alasan-alasan tak masuk akal. Bunga itu baru saja mekar, tapi dalam sekejap layu tanpa alasan yang jelas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN