Rengga masih berusaha meraih kesadarannya, melirik ke arah mobil yang sudah mulai tenggelam, namun air belum masuk ke dalam mobil itu. “Anak-anak, dengar bapak. Pertama kalian buka sabuk pengaman kalian,” ujar Rengga. Ketiga anak-anak itu membuka sabuk pengaman mereka. Air perlahan mulai masuk dan mengisi bagian dalam mobil. Anak-anak dengan segera pindah ke kursi depan. “Setelah mobil terisi air, bapak akan mendorong pintu mobil. Kalian harus langsung keluar dari pintu sini ya, Alka dan Elka, kalian jago berenang. Uhuk!” Rengga terbatuk, mengeluarkan gumpalan darah dari mulutnya yang berusaha diabaikannya. Dia menarik tuas kursinya sehingga kursi itu terdorong ke belakang agar bisa memberi ruang lebih lebar untuk anak-anak lewati. Dia tak bisa menahan air matanya, dadanya sangat sesak