“Kamu sudah makan?” tanya Ashana membuat Alka yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya terkejut. Ashana bersiul, tubuh putranya sangat bagus, otot di perutnya terlihat jelas. Tak ada lemak berlebih di tubuh itu, ditambah dia sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari ayahnya. Sejak kecil dia yang hobi renang itu terus menggeluti dunia renang, tak heran jika ada beberapa piala dan medali yang diperoleh dari cabang olah raga tersebut. Namun, sayangnya ketika SMA dia mengalami cedera terkena dislokasi pada pergelangan tangannya membuatnya terpaksa berhenti menjadi atlet renang dan mengubur impiannya itu. “Mii, biasakan ketuk pintu dulu dong,” protes Alka menutupi tubuhnya. “Halah waktu kecil juga kamu sering mommy mandikan,” sungut Ashana. “Ih kapan tuh? Kayaknya sama mbak terus deh,” sun