Bab 20

771 Kata
Keesokkan paginya, saat terbangun, Grace merasakan mual hebat, dia bahkan sampai muntah di kamar mandi karena tubuhnya merasa ada yang aneh. "Ada apa denganku sebenarnya." Gumam Grace yang membasuh wajahnya, dia terlihat sedikit pucat karena memang merasa tubuhnya tidak enak badan. Dia memijat pangkal hidungnya dan memilih untuk duduk sebentar agar pusingnya sedikit menghilang. "Aku sepertinya benar-benar kelelahan." Gumamnya. Grace menghela nafas panjangnya, lalu melihat ke arah cermin. Hari ini dia akan menikah dengan pria yang dulu pernah ada dihatinya, namun dia sudah hilang dan teegantikan oleh pria lain, hanya saja Tuhan terlalu sayang dengannya dan mengambilnya lebih dulu lalu membuat dirinya malah kembali kepada pria di masa lalunya. "Kehidupanku memang lucu." Gumamnya tersenyum getir. Dia memilih untuk membersihkan dirinya yang mungkin akan membuat dia merasaa segar. Baru keluar dari kamar mandi, pintunya diketuk oleh seseorang dan teenyata dia adalah ibunya dan orang yanh akan meriasnya. "Aku pikir kau belum bangun." Ucap Magie. "Aku terbangun karena ingin ke toilet." Jawabnya. Dia tidak mungkin mengatakan jika dirinya tadi habis muntah. Ibunya pasti akan menghawatirkannya nantinya. "Wajahmu sedikit pucat, Sayang. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Magie karena dia melihat Grace seperti sakit. "Aku baik-baik saja, semalam aku memang kurang tidur saja, Ma." "Aku berharap kau bahagia, Grace! Kau sebentar lagi akan menikaj dengan peia yang sangat mencintaimu, dia bahkan rela menunggumu. Dia pasti bisa membahagiakanmu." Ucap Magie. Grace tidak menjawab dan hanya tersenyum. Dia lebih memilih untuk diam sambil melihat wajahnya yamg akan di rias. Saat sudah hampir tiba waktunya. Xavier menunggu pengantin wanitanya dengan tidak sabar, dia benar-benar bahagia bahkan sedari tadi merasa ingin menangis karena terharu. "Jangan menangis, itu akan sangat tidak lucu." Ucap Felix, sahabat dari Xavier yang baru datang kemaren dari luar megeri. "Akan lebih baik kau diam." Ucap Xavier namun Felix terkekeh. Dia tersenyum melihat Xavier sangat bahagia, dia juga sangat tau jika dia sangat terharu karena akhirnya dia bisa menikah dengan wanita yang hanya di inginkan olehnya Pandangam Felix tiba-tiba mengatah kepada wanita yang terlihat kesal dan marah di salah satu kursi tamu. Dia kembali mendekat ke arah Xavier karena dia malah memgundangnya. "Kenapa kau mengundang wanita itu?" Tanya Felix yang membuat Xavier akhirya menoleh ke arah di mmana Felix menunjukkannya. Xavier jelas terkejut karena di sana ada Starla. Dia tidak merasa mengundangnya dan tidak mungkin jika dia bisa masuk tanpa undangan. Dia melihat ke arah ibunya dan sangat kesal karena sepertinya ini ulah ibunya. "Tolong aawasi dia, aku tidak mau pernikahanku di usik olehnya." Ucap Xavier. "Iya, tenang sajaa." Ucap Felix yang mengerti. Xavier semakin merasa tidak sanar namun tak lama senyuman lebar terlihat di bibirnya ketika melihat Grace yang sudah memasuki pesta. Dia juga sangat senang karena Grace memakai kalung yang diberikan olehnya semalam, yanh dia lebih terkejut, ternyata Grace tidak memakai gaun yang seharusnya menjadi pernikahannya dengan Reyhan, melainkan gaun yanh dipilihkan olehnya. Xavier sangat senang tanpa sadar air matanya menetes namun langsung dihapus olehnya. "Cantik, sangat cantik." Ucap Xavier meskipun dengan pelan, gerakan binirnya yanh memuji Grace sendiri sebenarnya bisa dilihat olehnya, Grace hanya diam saja meskipun sudah berada di hadapan Xavier, "Baik, semua sudah siap? Bisa kita mulai?" Xaviee mengangguk yang membuat semuanya yang menyaksikannya juga tidak sabar. Grace memandangi wajah Xavier, dia bisa melihat Xavier selalu tersenyum kepadanya dan memandanginya dengan penuh cinta. Namun ketika pertemgahan proses peenikahan, Grace tiba-tiba menjadi pusing, Xavier sendiri yang sedari tadi melihat ke arah Grace seperti merasa ada yang tidak beres. "Grace." Panggil Xavier dengan pelan namun terkejut ketika Grace pingsan, beruntung jika Xavier menangkap tubuhnya sehingga Grace tidak terjatuh. "Grace.. Grace." Xavier benar-benar panik, begitupun dengan orang tua dan tamu yang ada. Mereka tiba-tiba menjadi khawatir dan panik saat melihat Grace di gotong oleh Xavier. Xavier dengan cepat meminta dokter untuk datang dan memeriksa keadaan Grace, dia juga membangunkannya karena benar-benar khawatir. "Grace." Panggil Xavier yang membuat Grace akhirnya terbangun, dia mengerjabkan matanya dan melihat Xavier yang terlihat khawatir, dia juga melihat ke arah sekitar ada orang tuanya dan orang tua Xavier di sana. "A-ada apa? Ada apa denganku?" Tanya Grace yang bingung. "Kau pingsan! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Xavier. Grace hanya diam saja karena dia bahkan tidak menyadari jika dirinya tadi pingsam. Grace benar-benar tidak menjawab sampai akhirnya dokter datang untuk memeriksa Grace. Setelah memeriksanya, Dokter melihat Grace dan tersenyum, dia sangat tau jika Xavier sangat mencintai Grace dan mereka memang dulunya pernah hampir menikah. "Nona Grace hamil." Ucap Dokter tersenyum yang membuat semuanya terkejut, bahkan Grace sendiri juga sangat terkejut mendengar jika dirinya sedang hamil saat ini. Dia menatap ke arah Xavier yang terlihat mengepalkan tangannya, Grace tau jika Xavier sangat marah karena dia bukanlah ayah dari janin yang dia kandung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN