Ceraikan aku... Kumohon... Baru kali ini Arlen tampak begitu tidak berdaya di hadapan seorang wanita. Dia sudah merendahkan seluruh egonya dan bahkan sampai berlutut dihadapan Grace agar wanita itu tetap bersama dengannya. Entah sejak kapan Arlen sudah menjadikan Grace seseorang yang paling penting bagi hidupnya. Apalagi saat ini Grace sedang mengandung anaknya. "Apa memang aku sudah tidak pantas memperjuangkanmu?" Grace membisu. Seperti biasa, dia tidak lagi mau menjawab pertanyaan Arlen yang seperti itu. Grace memang berkeras hati memilih bercerai. Arlen sudah kehabisan kata-kata. "Baiklah, jika kamu memang menginginkan perceraian. Aku akan mengabulkannya." Mata Grace membulat. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Apa?" "Kau mau bercerai kan? Baiklah, aku ak

