Mata Hannatara masih terbuka lebar melihat pemandangan asing yang ada di hadapannya. Anak kesayangannya memang pulang ke rumahnya, tapi seseorang yang tidak diharapkan kedatangannya juga ikut serta ke kediaman miliknya. "Jika urusanmu sudah selesai, anda boleh langsung keluar dari rumah ini Tuan Arlen." sinis Hannatara sambil melipat kedua tangannya di depan d**a. "Apa saya terlihat hanya akan mengantarkan Istri saya pulang kerumah Ibunya, madam?"tanya Arlen. Entah apa yang dipikirkan Hannatara saat ini melihat koper besar yang dibawa oleh anak buah Arlen. Dia tahu, Arlen memang gila, tapi dia tidak menyangka bahwa Arlen memang sangat sangat gila!!! "Apa anda tidak bisa membuat keadaan tenang sebentar saja, Arlen? Aku sungguh sangat lelah jika bersamamu." lirih Grace yang sudah ma

