Tawaran Dengan Imbalan Banyak

1054 Kata

Matahari siang menyinari jalanan Liverpool dengan cahaya keemasan ketika Rovere melangkah masuk ke Urban Cafe, sebuah cafe kecil milik bibi Dee. Bel lonceng di pintu berdering lembut, mengumumkan kedatangannya. Suasana cafe itu hangat dan ramai, dipenuhi aroma kopi segar dan makanan yang baru dipanggang. Dee, yang sedang sibuk membersihkan meja di sudut, langsung menegakkan punggungnya begitu melihat Rovere. Matanya menyipit, seolah mempertanyakan apa yang dilakukan pria itu di sini pagi-pagi begini—di saat dirinya masih bekerja. Rovere hanya tersenyum, lalu duduk di kursi bar dekat jendela, memesan kopi hitam tanpa gula. “Kau tidak seharusnya datang di jam sibuk. Aku menyuruhmu kemari setelah aku selesai bekerja,” kata Dee ketika akhirnya mendekatinya. Rovere mengangkat bahu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN