Penolakan?

1505 Kata

Lampu kamar yang redup menciptakan bayangan samar di dinding, menari pelahan mengikuti gerak tubuh Dee yang masih berdiri di depan Rovere tanpa pakaiannya. Kulitnya yang pucat bersinar lembut dalam cahaya temaram, seolah memancarkan keberanian sekaligus gairah. Dee menatap Rovere, matanya mencari tanda-tanda hasrat, ketertarikan, atau setidaknya—kegelisahan. Tapi pria itu hanya diam. Wajahnya tenang, seolah tak tergoda oleh pemandangan di depannya. Rovere menatapnya sejenak lalu mengambil baju tidur yang tergeletak di lantai, lalu dengan hati-hati mengenakannya kembali pada Dee. Tangannya hangat, tapi gerakannya tegas. "Kita tidak perlu melakukan ini," bisiknya, suaranya berat namun lembut. Dee mengerutkan kening. Ada rasa malu yang tiba-tiba menyergap, menusuk dadanya. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN