“Aku datang untuk menemuimu," ujar Rovere, meletakkan tasnya di kurai. "Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi sendirian?" Dee ingin bilang dia tidak butuh bantuan. Sebelum, wanita itu menjawab kembali, Rovere langsung mendekat, memeluknya erat. "Seharusnya kau menungguku pulang kemarin,” bisik Rovere. Dee mendorong pelan tubuh Rovere dan memundurkan langkahnya. “Sudah kuputuskan. Aku … tak akan pergi lagi. Jadi, kurasa kau tak perlu di sini. Aku harus menemani Bibi Laura setelah dia sembuh jadi aku tak bisa ke mana pun.” Dee berbalik masuk ke area kitchen. “Kau yakin? Aku bisa membantumu untuk meng-handle kafe ini.” “Tidak, jangan membantuku lagi.” Dee menolak. Rovere segera mengikutinya. “Kita berteman, bukan? Aku ingin membantumu.” Dee tersenyum kecut. “Aku tak pernah punya