Allana menatap nanar rumah kosong di hadapannya. Sudah satu bulan berlalu dan ia masih berusaha untuk terbiasa. Kini terpasang spanduk di tembok depan rumah itu bertuliskan "DIJUAL." Sesekali Allana mengunjungi rumah itu, hanya untuk sekadar membersihkan lantai dan debu yang menempel. Keadaannya sudah tidak lagi sama. Rumah itu sudah bersih tanpa perabotan. Tiga hari setelah keberangkatan Marchell, beberapa tukang datang dan mengecat ulang rumah itu. Seluruh lukisan dan perabotan diangkut. Rumah itu tidak menyisakan apa pun kecuali kenangan. Kenangan akan kisah mereka dulu. Michy masih sering menanyakan, kapan Marchell pulang. Allana masih ingat, gadis itu menangis kencang di bandara, saat melihat Marchell menjauh sambil menyeret kopernya. Ia tak dapat menahan diri dan ikut menangis, ti

