Malam itu Marchell kembali sendiri di kamarnya. Setelah berbincang sebentar dengan Made di teras, ia duduk dengan secangkir kopi dan sebatang rokok. Tangannya mulai bekerja, membalurkan cat minyak di atas kanvas. Ia menaruh perhatian penuh pada detail topi caping para petani yang sedang panen raya. Tubuh-tubuh kecil dengan baju warna-warni ia lukiskan dengan sengaja, agar terlihat lucu dan gemuk. Sentuhan itu ia tambahkan supaya lukisannya lebih menarik dan tidak monoton. Marchell kini benar-benar menempuh jalan baru dalam dunia seni lukisnya. Ia meninggalkan tema lama yang pernah menjadi ciri khas, yaitu melukis perempuan dengan nuansa erotis. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia merasa sudah saatnya beralih pada sesuatu yang lebih bermakna, sesuatu yang bisa memberi gambaran nyata tenta

