"Dulu Febi hampir membangkrutkan perusahaan yang Febi pegang sekarang. Kalau tak diperbaiki cepat, mungkin sekarang Febi sudah menangis dan menyesal seumur hidup membuat perusahaan itu bangkrut," kata Febi tertawa pelan mengatakannya. Dia memang sangat muda untuk memimpin sebuah perusahaan. Tapi, itu keinginan dirinya. Banyak klien yang meragukan kemampuan Febi. Karena Febi masih muda dan juga seorang perempuan. Mereka tak yakin kalau Febi bisa melakukannya. "Itu hal wajar. Yang terpenting bisa memperbaikinya. Papa waktu dulu sempat terpuruk, dan bangkit lagi. Jangan ada kata menyerah, dan selalu optimis dengan apa yang kau lakukan," ucap Gilang memberi nasihat pada Febi. Febi mengangguk. "Iya, Pa." Kata Febi tersenyum. Dena dan Kellan yang dari tadi hanya mendengarkan, hanya tersenyum

