Dena mengangguk, tahu kalau Febi sangat perhatian pada Febri. Karena dari dulu Febi sangat dengan Febri dan sangat jarang sekali berpisah. "Kalau begitu nanti Mama bungkuskan makanan untuk Febri. Mama akan menyuruh juru masak untuk memasakkan makanan kesukaan Febri," ucap Dena tersenyum. Febi melihat senyuman ibu mertuanya itu ikut tersenyum. Apa yang dikatakan oleh Dena membuat Febi sadar, kalau bukan hanya Febi saja diperhatikan oleh Dena di sini. Tapi, Febri kakaknya juga diperhatikan di sini. "Terima kasih Ma. Sudah sangat perhatian. Febi sangat senang bergabung dalam keluarga ini," kata Febi terharu. Dena yang mendengarnya ikut terharu juga. Dena melihat pada putranya yang tersenyum. Dena tahu, kalau sekarang pasti hati Febri sedang berbunga-bunga dilanda kasmaran. Putranya ini sa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


