"Aku ingin sarapan kamu," bisik Arkan lembut, yang langsung bermain di dua bola kembar Nana, dengan begitu nikmat. "Om, em.. ahh!" Desah Nana saat Arkan terus bermain lembut di dua balon kembar nya. "Mendesah Lah Sayang, aku juga rindu suara yang membuatku candu, aku rindu segalanya dari kamu." Bisik Arkan tanpa menghentikan permainannya, di dua balon besar Nana. Yang mulai tertular gairah dari Arkan, tangannya mulai bermain di d**a Arkan, dan dengan lincahnya membuka seluruh kancing kemeja Arkan, hingga terlepas semua "Aku juga sangat merindukan Om Arkan," bisik Nana yang semakin membuat Arkan tak terkendalikan. Arkan mulai melepaskan semua kain yang masih menempel di tubuh kekarnya, hingga tanpa tersisa . Tak ingin menunggu lebih lagi, Arkan langsung ingin melakukan penyatuan terhada