Pria itu langsung menempatkan jari-jari nya, di sela jari-jari Nana, dengan begitu kuat, hingga Nana tidak bisa berontak atau berbuat apa-apa, karena kalah kuat dari pria yang berada di atas tubuhnya. "Emmh… emm," Nana terus berontak karena perutnya sangat lapar. "Kenapa lama sekali?" Tanya Arkan. Yah, pria yang sedang mengungkung tubuh Nana adalah, Arkan, suami Nana. "Aku masih mengurus keponakan kesayanganmu itu Om, keponakan kesayangan kamu itu sulit untuk dibohongi, makanya aku bersusah payah untuk memaksimalkan akting aku, biar Dinda percaya. "Jawab Nana dengan cemberutnya. Mana Nana Lapar, malah ditanyain kenapa lambat datang, Nana makin kesel sama Om Arkan. Om Arkan ya mendengar jawaban Nana, langsung menyunggingkan senyumnya, dan mencubit hidung mancung Nana karena sangat gemas