perseteruan Nana dengan Dinda

1413 Kata

"Akhirnya, rencana kita berhasil." Ujar seorang wanita beranak satu, dengan hati yang lega. "Kalau begitu, mama pulang dulu," pamit seorang perempuan paruh baya, pada sang putra, lalu setelah itu, pergi dengan salah satu perempuannya yang menemaninya sejak kemarin. Tok tok tok "Nana, buka pintunya dulu, aku ada perlu sama kamu! "Ujar Dinda setelah mengetuk pintu kamar Arkan, dan memanggil Nana. Ceklek "Aku ingin bicara penting sama kamu, "ujar Dinda setelah Nana membukakan pintu kamar Arkan "Ada perlu apa, katakan saja. "Ujar Nana setelah mendengar ucapan Dinda, tanpa menyuruh Dinda masuk ke dalam kamar Arkan. "Aku ingin sebelum kamu pergi, kita bicara serius dulu dengan keluarga, bisakah kita bicara serius?" Tanya Dinda saat mendengar suara datar dari Nana, sang sahabat. "Kalau b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN