Pagi-pagi, Adelio dalam balutan seragam sekolah sudah menjemput Althea. Bocah itu sangat antusias untuk berangkat bersama. Menarik tangan Althea menuju rumah dan tidak melepaskannya hingga sampai di samping mobil. Sekali lagi Althea mengerang dalam hati saat melihat Viero. Laki-laki itu sepertinya juga hendak berangkat bekerja. Terlihat dari pakaiannya yang rapi dengan jas. Ia berharap laki-laki itu tidak melihatnya. Sayangnya, harapan tinggal harapan. “Mama Althea, sudah cantik. Mau pergi ke sekolah sama Adelio, ya?” Adelio mengangguk. “Iya, Om.” “Wah, Adelio pasti seneng Mama nggak jadi minggat.” “Iya.” “Jangan lupa, nanti di mobil harus dipeluk erat. Awas nanti ada om-om bawa kabur Mamamu.” Viero tertawa terbahak-bahak saat melihat Althea melotot. Perempuan itu mengomel panjang p

